• 0821 4595 6878

30 Sep

Perubahan status ekonomi yang dirasakan Made Yanie sekarang semata-mata tidak membuat Made Yanie melupakan bagaimana kehidupan dan perjuangannya dulu, meskipun sekarang Yanie sudah terbilang sukses, cobaan ataupun terpa’an yang ia rasakan tidak pernah pudar dalam menjalani kehidupannya di Dunia bisnis.

Beranjak dari keluarga yang kurang mampu, Yanie memulai langkah kecilnya hingga mampu seperti sekarang, tapi siapa sangka, Made Yanie anak pasangan dari I Made Degeng dan Nyoman Ranis masa yang lahir pada tanggal 23 September 1961 ini, hanyalah anak seorang petani kecil di kawasan Legian, yang tatkala itu masih sulit untuknya memenuhi kebutuhan hidup dengan tujuh saudaranya. Dengan keterbatasan ekonomi yang ia rasakan, tidak membuat Yanie kecil hati ataupun pasrah dengan kehidupannya, kerasnya kehidupan malah membuat dia menjadi seorang wanita yang kuat, dan memiliki inovasi-inovasi yang mampu membawanya mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Berawal dari pertemuannya dengan Nigel Mason, menjadi pembuka wawasan seorang Yanie, bahwa ia mampu meraih kesuksesan lebih dari apa yang ia capai saat itu. Dari perkenalan hanya ingin sekedar sharing bahasa, kala itu Nigel ingin belajar bahasa Indonesia dan Yanie Ingin memperdalam bahasa Inggrisnya, pada akhirnya tak disangka tumbuh benih-benih cinta diantara mereka. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih.

Namun kisah kasihnya dengan Nigel banyak menemui tantangan dari masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, yang menilai jalinan asmaranya dari sudut pandang berbeda. Maklum Yanie hanya seorang gadis Bali lugu yang hidup dalam lingkungan tradisional sedangkan Nigel bukan warga Negara Indonesia yang adat istiadatnya sangat jauh berbeda. Untuk menjawab tanya masyarakat tentang hubungannya itu, akhirnya Yanie dan Nigel sepakat mengukuhkan janji setiannya dalam sebuah ikatan suci perkawinan pada 8 Mei 1985.

Nigel benar-benar malaikat dalam hidupnya, setelah melangsukan pernikahan Yanie memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan ingin memulai usaha sendiri, walaupun waktu itu belum cukup modal untuk memulai. Dengan berbekal dedikasi dan motivasi seorang Nigel, akhirnya Yanie membuka sebuah rumah makan di kawasan Kuta yang modalnya berasal dari pinjaman keluarga dan beberapa temannya yang ia beri nama Yanie’s Restaurant. Rumah makan inilah menjadi asal muasal semua usahanya kini. Di Yanie’s Restaurant ia benar-benar merintis usahanya dari nol, Yanie harus ekstra kerja keras menjadi juru masak sekaligus pelayan di restorannya. Restoran dengan menu sajian makanan Eropa tersebut sukses menempatkannya dalam jajaran new entry entrepreneur, yang kala itu belum ada satupun rumah makan sejenis muncul di Kuta. Dari usahanya tersebut mulai bermunculan restoran-restoran sejenis yang mengekor idenya yang mebuat mereka harus terus mampu berinovasi menciptakan ide-ide baru.

Karir Yanie tidak berhenti sampai sana, berkat ketelatenan dan kesungguhannya dalam menjalani bidang bisnis yang ia tekuni, beragam usaha pun berhasil melambungkan namanya, hingga salah satu usaha yang sudah menjadi salah satu ikon di Ubud, yaitu Bali Adventur Tour, bisnis yang sekarang menjadi sumber penopang kehidupannya kini. Seorang anak kecil yang tidak pernah bermimpi untuk menjadi seperti saat ini, yang hanya berdagang acung dan hanya memiliki mimpi untuk dapat merubah hidupnya, kini menjadi seorang Ratu dalam dunia bisnis di Bali.

Tapi apa yang dirasakan Yanie saat ini ternyata tidak membuatnya untuk dapat duduk tenang, semakin tinggi langkah kaki Yanie menanjak, semakin berat tanggungjawab dan cobaan yang harus dia hadapi, tapi ini tidak membuat Yanie, menyerah, berbekal pengalaman semasa kecilnya, Yanie dengan santai menjalani bisnisnya sekarang meskipun banyak yang meragukannya.

Banyak pandangan yang menganggap Yanie yang menikah dengan ekspatriat akan berdampak pada cara Yanie dalam menjalani bisnis, di mana Yanie akan meninggalkan unsur Niskala yang merupakan sebuah proses dalam membuka suatu usaha pada daerah dan tempat tertentu di Bali, tanggapan seperti ini hanya di tanggapi senyuman hangat dari seorang Made Yanie.

Dengan senyum kecil Yanie menaggapi isu tersebut sambil bercerita apa yang ia lakukan selama menjalani bisnis di Bali. Yanie yang merupakan gadis Bali asli, sedikitpun tidak pernah meninggalkan kebiasaannya, adat, budaya, dan agamanya dalam menjalani bisnis, meskipun banyak orang berpendapat apa yang ia lakukan hanya untuk sekedar nilai economy bussines tapi tekad Yanie benar-benar tulus untuk selalu menjaga keaslian Hindu di dalam kehidupannya selama menjalani bisnis di Bali.

Apa yang ia lakukan bukan hanya dari dirinya sendiri, bahkan Nigel Mason sang suami, selalu membela Adat dan Budaya Bali di Australi ketika ada beberapa isu-isu miring mengenai Bali, mereka melakukan itu tanpa berharap ada yang memuji atau mengetahui apa yang mereka jalani, karena apa yang mereka lakukan semata-mata untuk mempertahankan budaya dan adat Bali agar tidak tergerus perkembangan zaman, karena tidak dipungkiri, apa yang Yanie dapat sekarang bukan semata-mata dari hasil ide-ide brilliant-nya saja, tetapi juga karena karakteristik budaya dan adat Bali.

Yanie tidak pernah memungkiri bahwa apa yang ia dapat sekarang bukan dari kehendak-Nya, Yanie tetap yakin bahwa apa yang ia dapat sekarang adalah hasil dari setiap Doa dan Usahanya, dari setiap permohonan yang ia ucap setiap pagi sebelum memulai aktifitas, semua usaha yang ia miliki sekarang adalah murni dari berkah dari yang Maha Kuasa.

Meskipun begitu banyak pendapat miring yang yang menerpa, Yanie tetap menjalani kehidupannya dengan seperti biasanya, tetap menjalani bisnis yang ia jalani, dan tetap memikirkan bisnis selanjutnya yang harus ia buat, tapi Yanie tetap harus menjaga unsur Adat dan Budaya Bali sebagai pondasi disetiap usahanya, salah satu usaha barunya yang akan di rilis dekat-dekat ini adalah Junggle Buggy, setiap gerak dari bu Yanie dibidang pariwisata benar-benar menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu para pendatang yang berlibur ke Ubud.

Sebagai salah satu tokoh entrepreneur sukses yang datang dari kaum perempuan, Made Yanie telah mencapai titik kesejahteraan dalam hidupnya. Meski di balik kesuksesan itu, terdapat tantangan mesti dihadapi, termasuk pula sempat mengecap pahitnya gulung tikar dalam usahanya. Namun itu semua dihadapi Made Yanie dengan penuh keikhlasan. Sampai akhirnya Tuhan membalas kesabaran Made Yanie melalui peristiwa hidup yang mengantarkannya pada gerbang kesuksesan seperti sekarang ini.

Dalam menikmati segala keberhasilan hidupnya, Made Yanie tak lupa selalu mengucapk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya kesehatan, rejeki, dan keharmonisan keluarga yang diterimanya saat ini semata-mata merupakan uluran kasih dari Sang Pencipta. Apa yang dilakukan Made Yanie dalam bersyukur adalah dengan selalu memegang teguh ajaram Hindu yang disebut dengan Tat Twam Asi. Ajaran tersebut mengajarkan untuk selalu menghargai orang lain bila ingin mendapat rasa hormat dari yang lainnya.

Leave a Comment