• 0821 4595 6878

31 Jan

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam dunia pendidikan adalah merosotnya moral  etika generasi muda. Fenomena ini memang sangat mengkhawatirkan  Sebab mereka yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa di masa depan. Menurut I Ketut Sudana, salah satu tokoh masyarakat yang fokus pada pendidikan, pendidikan agama adalah salah satu usaha konkret yang bisa diterapkan baik secara formal maupun non formal. Hal ini diharapkan mampu mengatasi degradasi moral dan krisis karakter positif tersebut.

Pendidikan Agama Hindu adalah suatu proses seseorang untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan serta mengembangkan kepribadian (sikap, sifat dan mental) yang berpedoman pada ajaran agama Hindu (Veda). Melalui pendidikan agama Hindu diharapkan para siswa mampu mengetahui dan memahami esensi dari ajaran Agama Hindu itu sendiri serta mampu mengaplikasikannya ke dalam sebuah kepribadian yang utuh dan bersifat positif.

I Ketut Sudana yang pernah menjabat sebagai Kabid Pendidikan Sekolah Dasar ini memaparkan bahwa pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Denpasar sangat serius dalam hal pendidikan karakter bagi para siswa. Pendidikan karakter berbasis Agama Hindu ini memang telah diupayakan melalui berbagai macam program, salah satunya pesraman kilat. Kegiatan ini aktif pada saat liburan sekolah berlangsung sehingga tidak berbenturan dengan waktu efektif belajar para siswa.

“Pesraman kilat lebih berfokus pada pengenalan budaya dan seni yang ada di Bali. Namun pada dasarnya budaya di Bali bernafaskan Agama Hindu sehingga pendidikan agama juga berlangsung pada kegiatan ini,” ujar I Ketut Sudana.

Kegiatan pesraman kilat ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai budaya Bali yang bersifat ketimuran. Bagaimana pun juga, Bali sebagai tempat bertemunya berbagai kultur baik nasional maupun internasional maka dengan mudah budaya asing masuk dalam sendi kehidupan orang Bali. Melalui kegiatan penanaman karakter nilai-nilai budaya dan agama itu diharapkan dapat memfilter masuknya kebudayaan asing ke dalam kehidupan generasi muda di Bali.

TK Berbasis Hindu

Jika pesraman kilat lebih diperuntukkan bagi siswa di kalangan sekolah dasar maupun tingkat lanjutan. Maka diperlukan juga upaya pendidikan karakter berbasis Agama Hindu sejak usia dini. Ketut Sudana mengatakan bahwa pendidikan Agama Hindu sedini mungkin diperlukan sebab usia pra sekolah merupakan fase masa tumbuh yang krusial. Pada masa-masa inilah diperlukan peran orangtua dan kalangan pendidik untuk mengenalkan ajaran agama agar dapat diterapkan dalam keseharian. Sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang akan dibawa hingga dewasa kelak.

“TK berbasis Agama Hindu harus segera ditumbuhkan dan dikembangkan di Bali secara masif guna memberikan pengetahuan agama sejak dini sekaligus membentengi anak-anak dari paham -paham ataupun perbuatan yang kurang baik,” ujar pria kelahiran 31 Desember 1960 tersebut.

Ia menambahkan bahwa TK berbasis Agama Hindu yang didirikan pemerintah di Denpasar memang belum ada. Hal inilah yang ingin menjadi fokusnya ke depan. Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil Kota Denpasar 3 ini mengatakan ketersediaan lahan pembangunan sudah ada. Tinggal melanjutkan ke tahap pembangunan. Dengan adanya TK berbasis Hindu ini nantinya anak-anak usia dini di Denpasar dapat belajar tattwa dan susila secara intens.

Sepak terjang I Ketut Sudana dalam memperjuangkan hak masyarakat terutama dalam bidang pendidikan sudah tidak diragukan lagi. Baik sebagai pemimpin di lembaga pendidikan maupun sebagai bagian dari stakeholder pernah ia lakoni sehingga ia sangat memahami kendala apa saja yang dihadapi oleh dunia pendidikan. Karena itulah diharapkan apabila ia mengambil peran di legislatif nantinya dapat meningkatkan porsi anggaran untuk pendidikan yang selama ini dinilai masih kurang.

Tidak hanya soal anggaran yang menjadi fokus Sudana ke depan melainkan pemerataan di bidang pendidikan di Kota Denpasar. Ia mengharapkan agar nantinya tidak ada lagi anggota masyarakat yang tidak dapat mengenyam pendidikan. Selain itu pelestarian budaya tetap menjadi program yang diusungnya. Salah satunya kegiatan yang akan dikembangkan adalah kegiatan seni dan budaya di organisasi kepemudaan di lingkungan banjar atau pun desa. Sehingga nyala semangat melestarikan budaya warisan leluhur akan tetap berkorbar di kalangan anak muda di Bali.

Leave a Comment