• 0821 4595 6878

16 Des

Bumi saat ini sedang mengalami masa transisi dari zaman Kaliyuga ke zaman Kertayuga. Kemungkinan besar di masa transisi ini, bumi termasuk Indonesia akan mengalami guncangan dan dapat menimbulkan bencana.

Petunjuk niskala yang diterima, diperlukan doa & ritual penyangga di 18 titik di pulau Bali. Oleh karena itulah upacara Bedawang Yadram dilaksanakan di tempat-tempat suci tersebut. Kasih dewata & dewati menurunkan aksara – aksara suci yang dimohonkan dapat menjaga keajegan Bali Dwipa dalam masa transisi ini.

Penyu atau Bedawang adalah binatang langka yang disucikan oleh umat Hindu sebagai simbol penjelmaan Dewa Wisnu dalam tugas beliau menyangga Gunung Mandara Giri sehingga bumi bisa ajeg posisinya. Forum Studi Majapahit dan Paiketan Krama Bali bekerjasama dalam pelaksanaan upacara ini sebagai bagian rasa tanggung jawab dan dilaksanakan sejalan dengan program Suksma Bali.

Penyu yang digunakan adalah penyu hijau yang sangat langka keberadaannya dari pusat penangkaran dan juga ada dari kelompok masyarakat. Beberapa waktu yang lalu ada kejadian heboh di Bali dimana ada truk penyelundup penyu menabrak pohon di daerah Jimbaran dan membawa Penyu sebanyak 18 ekor. Penyu tersebut kemudian diminta untuk dilepaskan kembali ke habitatnya melalui upacara Bedawang Yadram ini. Ukuran penyu rata-rata memiliki beratnya 100 kg.

Leave a Comment