• 0821 4595 6878

14 Nov

Ada sejumlah tradisi budaya khas Kabupaten Karangasem yang unik dan menarik bercirikan ”perang” bernafaskan “heroisme”, hingga kini masih hidup dilakoni masyarakatnya. ”Perang” apa itu? diantaranya ”perang rotan” atau yang oleh masyarakat setempat disebut Gebug Ende, terdapat di Desa Seraya, ”perang api” (Teteran) di Desa Jasri, ”perang Jempana” dan ”perang pelepah pisang” (Tetabahan) di Desa Bugbug, Mesabat-sabatan biyu (perang buah pisang) di Desa Tenganan Dauh Tukad, dan ”perang pandan berduri” yang dikenal dengan Mekare-kare terdapat di Desa Tenganan Pegeringsingan.

Ada salah satu tradisi budaya yang dimainkan terkait saat mulai musim kemarau tiba seperti musim sekarang ini sasih kapat bulan Oktober – November, yaitu Gebug Ende Seraya (Perang Rotan) di Desa Seraya.

Sejarah Gebug Ende Seraya

Sejarah dari Gebug Ende Seraya ini adalah, pada jaman kerajaan Karangasem, warga Desa Seraya ditugaskan sebagai prajurit untuk menyerang kerajaan Seleparang yang ada di pulau Lombok.

Karena pada jaman itu warga Seraya dikenal kuat dan tangguh serta memiliki ilmu kebal, maka mereka dijadikan garda depan untuk menyerang kerajaan Seleparang, sehingga kerajaan Seleparang dapat dikuasai kerajaan Karangasem.

Prajurit Desa Seraya yang semangat ksatrianya masih berkobar meskipun telah menang, akhirnya mereka bertarung dengan teman mereka sendiri dengan menggunakan alat perang seadanya. Seiring dengan kejadian tersebut munculah permainan Gebug Ende yang ada sampai sekarang.

Cara dan Aturan Bermain

Para peserta yang hendak bertanding berpakaian adat Bali madya dilengkapi dengan udeng atau ikat kepala berwana merah sebagai lambang jiwa pemberani. Kemudian mereka hanya bertelanjang dada dan memakai sarung.

Selama proses Gebug Ende akan diiringi dengan suara gamelan sehingga menambah ketegangan dan memacu adrenalin agar terus bertarung. Pertarungan akan berlangsung selama 10 menit dengan dipimpin oleh wasit yang disebut Saye.

Ritual akan menjadi lebih baik apabila saat pertandingan ada yang terluka hingga berdarah, karena dengan hal tersebut diharapkan hujan akan cepat turun. Maka dari itu para peserta Gebug Ende ini adalah harus yang sudah ahli.

Anda dapat berkunjung di Desa Seraya, Karangasem Bali tepat saat-saat musim kemarau. Mungkin saja anda beruntung dan dapat menyaksikan Gebug Ende Seraya ini.

Leave a Comment