• 0821 4595 6878

22 Agu

Bagi umat Hindu, usia dewasa adalah awal perjalanan untuk menemukan hakekat manusia sejati. Namun sebelum melakukan perjalanan tersebut, setiap orang yang telah masuk usia dewasa atau akil balik harus melalui satu tahap yang wajib dijalani yaitu upacara Metatah atau potong gigi. Metatah merupakan salah satu bagian upacara Manusia Yadnya yaitu upacara penyucian bagi orang yang menginjak dewasa agar menjadi manusia yang baik.

Secara simbolis enam gigi atas yaitu dua taring dan empat gigi seri akan diratakan. Sebagai simbol untuk menghilangkan sifat kebinatangan. Orang tersebut harus sudah mengalami akil balik. Bagi perempuan sudah mengalami menstruasi dan pria mimpi basah. Dan rata-rata usia yang baik adalah 17 tahun. Upacara melalui beberapa tahap, di antaranya pembersihan kaki, sembahyang, sungkem, dirajah, hingga gigi diratakan. Upacara ini sudah dilakukan turun temurun sejak agama Hindu masuk ke Indonesia. Untuk di Pura ini sudah dilakukan 2 kali, upacara ini bisa juga dilakukan untuk satu keluarga besar saja atau juga secara massal seperti saat ini.

Upacara ini adalah salah satu upacara Manusa Yadnya. Tujuannya untuk menghilangkan sad ripu  yaitu enam musuh dalam diri manusia, yakni kama (nafsu/keinginan), loba (rakus), krodha (marah), mada (kemabukan), moha (kebingungan), dan matsarya (iri hati). Enam musuh ini dipercaya akan dapat menjerumuskan manusia ke dalam lubang ke Tidak sempurnaan. Makanya 6 musuh ini perlu dihilangkan.

Sebelum di tatah, Sanging akan melafalkan mantra dulu. Saat sebelum di tatah dan sesudah di tatah, gigi akan di sentuhkan dengan cincin yang berwarna merah delima sebagai lambang proteksi. Saat di tatah, pasti ada air liur dan kadang darah yang akan ditampung di kelungah kelapa gading (anak buah kelapa kecil yang berwarna orange), dan itu dipegang oleh ibu si anak yang di tatah.

Remaja yang ditatah akan diberi cermin untuk melihat giginya udah rata belum ato ada yang panjangan satu. kalo udah ga perlu ditatah lagi kalo belum akan di tatah lagi. Selain itu, orang Hindu yang belum ditatah tetapi dia meninggal, maka sebelum dia dikremasi akan di tatah dulu mayatnya. setelah itu baru di kremasi.

Leave a Comment