• 0821 4595 6878

30 Nov

 

Tradisi Jatakarma adalah tradisi yang dilakukan ketika seorang bayi baru saja lahir. Dilakukan upacara ini sebagai ungkapan kebahagiaan orang tua sang bayi. Selain itu upacara ini juga diyakini untuk memberikan keselamatan pada sang bayi hingga besar.

Ayah diharuskan mencium dan menyentuh bayinya sambil membacakan doa di dekat telinga bayi yang baru lahir. Saat proses kegiatan upacara Jatakarma berjalan, usahakan tali pusar bayi belum terputus.

Jika tali pusar terlanjur lepas, maka dibuat suatu upakara untuk mensucikan bangunan-bangunan ibadah yang ada di wilayah sekitar. Sebagai bentuk rasa syukur, biasanya dalam upacara ini disajikan nasi tumpeng dengan lauk pauk yang disebut rerasmen, buah-buahan.

Tata Cara Tradisi

Makanan yang terdiri dari nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya disiapkan beserta canang (persembahan yang berupa bunga) yang berfungsi sebagai atribut upacara. Kemudian seorang pemimpin upacara adat akan mendoakan bayi dengan persembahan dan makanan. Kemudian ari-ari sang bayi dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kendi dan ditutup rapat. Sebelum akhirnya dibungkus dengan kain putih dan diberi bunga kendi biasanya dituliskan aksara Hindu. Setelah selesai semua kendi ditanam di halaman rumah dengan pengaturan di sebelah kanan pintu ruangan rumah (dilihat dari dalam rumah) jika anak laki-laki dan kiri jika perempuan.

Leave a Comment