• 0821 4595 6878

02 Sep

Sesajen atau disebut juga dengan canang, banyak ditemukan bila kita berkunjung ke Bali. Di setiap perempatan, pagar, pohon besar, dan di pura-pura. Sesajen atau canang mengandung salah satu makna sebagai simbol bahasa Weda untuk memohon kehadapan Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Yaitu memohon kekuatan Widya (Pengetahuan) untuk Bhuwana Alit maupun Bhuwana Agung. Sesuai asal katanya Canang berasal dari kata “Can” yang berarti indah, sedangkan “Nang” berarti tujuan atau maksud (bhs. Kawi/Jawa Kuno).
Pemujaan Dewa dan Usir Roh Jahat
Sesajen bunga merupakan tradisi agama Budha dan Hindu, dilakukan untuk memuja dewa, roh dan penunggu tempat. Biasanya berupa pohon besar, batu, persimpangan jalan, dan lainnya. Peletakkan sesaji ini dilakukan untuk mendatangkan keberuntungan atau berkah, sebagai ucapan syukur, menolak kesialan dan agar keinginannya terkabul.

Sedangkan sesajen yang diletakkan di pura untuk kepentingan ibadah. Di pura, sesajen atau sering disebut dengan canang diletakkan di altar yang tinggi, untuk menghormati dewa dan arwah para leluhur. Sedangkan bila canang diletakkan di bawah dan biasanya berisi daging mentah, bertujuan untuk mengusir roh jahat. Dari isinya pun, ada sesajen sederhana yang dipersembahkan setiap hari, dan sesajen istimewa untuk upacara keagamaan.

Tempat-Tempat Penting
Di beberapa tempat penting, orang Bali tak pernah alpa meletakkan sesaji. Yang paling utama di pura. Canang diletakkan untuk kepentingan ibadah, diletakkan di altar yang tinggi, untuk menghormati dewa dan arwah para leluhur. Sedangkan canang akan diletakkan di bawah untuk roh jahat dan biasanya berisi daging mentah.

Canang juga diletakkan di depan toko atau tempat usaha. Ini dimaksudkan dengan kepercayaan agar dewa dan roh, melindungi toko tersebut dari hal-hal buruk dan agar toko tersebut banyak didatangi pengunjung.

Pohon besar dan jalan raya juga merupakan tempat penting. Masyarakat Bali mempercayai adanya roh yang menempati pohon-pohon besar. Sesaji juga diletakkan di pinggir jalan dan persimpangan. Sesaji dimaksudkan untuk menghormati roh penunggu tempat tersebut dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendaraan dan rumah juga merupakan tempat penting. Canang ditaruh untuk kelancaran dalam perjalanan dan mendapatkan keselamatan. Sementara di rumah, biasanya canang akan diletakkan di depan rumah dan di beberapa bagian dalam rumah, seperti di dapur. Tujuannya, adalah untuk ucapan syukur atas berkah baik makanan dan minuman yang telah diterima.

Leave a Comment