• 0821 4595 6878

05 Des

Karakter perempuan Hindu-Bali sering digambarkan secara strereotif, sebagai figur manusia beretos kerja tinggi, ulet, mandiri, dan memiliki bakti yang tinggi pada keluarga. Tidak ada masalah bagi perempuan Bali untuk mengembangkan diri sebagai seorang profesional di bidang karir yang digelutinya dan didedikasikan untuk keluarga.

Menurut Manawa Dharmasastra IX. 29, dalam berkarir, perempuan dapat memilih sebagai Sadwi atau sebagai Brahmawadini. Jika sebagai Sadwi artinya perempuan memilih berkarir dalam rumah tangga (pekerjaan domestik) sebagai pendidik putra-putrinya dan sebagai pendamping suami. Seandainya yang dilakoni adalah sebagai Brahmawadini, maka ini berarti perempuan memilih berkarir di luar rumah seperti menjadi pengusaha, guru/dosen, dokter, anggota legislatif, birokrat, dan bidang lainnya.

Beruntung bagi sesosok figur perempuan Bali bernama Anak Agung Oka Kartini, mendapat kesempatan menjalankan swadharma sebagai Sadwi sekaligus Brahmawadini. Wanita yang terlahir di dalam lingkungan keluarga Ksatria ini mampu mengaktualisasikan dirinya dalam berbagai perannya saat ini. Salah satu peran yang dilakoni adalah sebagai seorang entrepreneur di industri pariwisata.

Kembangkan Homestay

Nama Anak Agung Oka Kartini memang patut diperhitungkan sebagai pebisnis perempuan di industri pariwisata Bali. Bahkan bisa dikatakan, ia merupakan salah seorang pelopor di bidang bisnis penginapan di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar. Tatkal ia mencoba memberanikan diri mengembangkan bisnis penginapan berskal kecil, saat itu belum banyak eksistensi bisnis serupa di lingkungan Ubud. Kebanyakan wisatawan yang datang hanya sekedar berplesiran dalam periode singkat sehingga sangat jarang ada yang bermalam di daerah tersebut.

Namun bukan berarti, permintaan terhadap jasa penginapan nihil adanya. Justru, Oka Kartini kerap menerima masukan untuk membuka sebuah penginapan. Hal itu berawal dari usaha Oka Kartini untuk membuka bisnis galeri seni. Banyak konsumennya yang notabene tamu wisatawan asing, mengharapkan ia segera membuka homestay agar penikmat galeri seninya itu juga dapat merasakan sensasi menginap di Ubud yang masih asri tersebut.

Berkat ketekunan dan kerja keras dalam mengelola usaha galeri seni, Oka Kartini berhasil membuka sebuah penginapan yang terdiri dari lima buah kamar. Meski pun belum ada fasilitas penerangan bersumber dari energi listrik, namun penginapan itu tetap diminati oleh para wisatawan. Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, bisnis homestay yang dikelola Oka Kartini segera berkembang pesat. Apalagi penginapannya itu pernah dikunjungi oleh anak dari Lord Laurence Olivier, seorang aktor, sutradara, dan produser berkebangsaan Inggris yang memenangkan Academy Award, Emmy Award, BAFTA, dan Golden Globe.

“Saya mengenal putra Lord Laurence Olivier yang bernama Tarquin Olivier. Ia memberikan saran nama untuk penginapan saya, yaitu Oka Kartini Homestay. Hingga sekarang, kalau ada tamu saya yang mengetahui sejarah homestay ini, mereka pasti mengatakan, ‘Oka, you’re very lucky woman.’ Sebab saya mengenal anak dari tokoh terkenal dari Eropa,” ujar Oka Kartini.

Pasang surut di dunia bisnis tentu pernah dilalui Oka Kartini. Apalagi ia awalnya seorang “one woman show” dalam bisnisnya itu. Artinya semua kegiatan operasional dia melakukannya sendiri. Oka Kartini pun mampu membuktikan bahwa tantangan yang dihadapinya saat ini, tidak serta merta menyurutkan semangatnya. Terbukti dari keberadaan bisnisnya yang masih eksis hingga saat ini.

Selain menawarkan pengalaman menginap yang nyaman, Oka Kartini juga menawarkan sensasi pengalaman berwisata yang berbeda bagi para tamunya yang ingin mengenal budaya Bali secara lebih dekat. Bila selama ini wisatawan hanya bisa menjadi penonton dalam berbagai atraksi seni dan budaya di Bali, kali ini para pelancong bisa larut dalam aktivitas seni dan budaya. Oka Kartini mempersilakan para tamunya yang ingin belajar budaya Bali, salah satunya aktivitas membuat canang yang rutin diadakan di Oka Kartini Homestay.

Oka Kartini juga menyediakan tempatnya sebagai wadah perkumpulan para seniman di lingkungan Ubud, khususnya seniman seni rupa. Hal itu dilatarbelakangi oleh pengalaman Oka Kartini yang sebelumnya telah akrab dengan dunia lukisan. Ia sempat bekerja di sebuah galeri serta berpengalaman mengelola galeri milik sendiri. Ketertarikannya dalam upaya melestarikan seni rupa di Bali mendorongnya untuk rutin menggelar pameran di lingkungan homestay miliknya.

Selain galeri dan hotel, Oka Kartini juga memiliki usaha rambut palsu yakni PT. Rambut Indah yang dieksport ke seluruh Eropa dengan menyerap tenaga kerja kurang lebih 350 karyawan. Usahanya ini pernah dikunjungi Menteri Penerangan, Harmoko, Menteri Luar Negeri, Rudini dan Gubernur Bali, Ida Bagus Mantra pada era tahun 1980an. Didampingi seluruh Indonesia, I.B Sujana (Alm) mendampingi Rudini selaku Panglima Kodam Kalimantan Barat.

Oka Kartini juga merupakan anggota PERSIT (Istri Abri), IWAPI, IWATA (Internasional Woman Asosiation) Ikatan Wanita dan Pariwisata, ROTARY (Organisasi yang melingkup internasional seluruh dunia non profit)

Peran di Keluarga dan Masyarakat

Di tengah-tengah kesibukannya bergelut di dunia bisnis, Oka Kartini tidak pernah meninggalkan perannya sebagai seorang ibu sekaligus istri. Semua itu dijalankannya dengan baik tanpa ada maksud menomorsekiankan tugas-tugas tertentu. Selain kewajiban dalam bidang domestik, tak lupa ia juga menjalankan perannya sebagai anggota masyarakat. Kegiatan ngayah di adat senantiasa disempatkan di sela-sela kesibukan mengurus usaha. Tak ketinggalan pula kegiatan sosial yang dilakukannya sebagai anggota Rotary Club, sebuah organisasi yang mengabdikan diri dalam kegiatan kemanusiaan.

Demikianlah kisah inspiratif dari seorang perempuan multi talenta dari Ubud yang mempesona. Semoga pengalaman dari Anak Agung Oka Kartini ini dapat diteladani oleh para perempuan lainnya yang ingin mengaktualisasi kemampuan diri sesuai minat masing-masing.

Leave a Comment