• 0821 4595 6878

04 Sep

Bunga tidak cuma fasilitas untuk mengemukakan pernyataan cinta atau kasih sayang saja. Di Bali, orang-orangnya menghormati bunga sebagai entitas alam yang mempunyai kemampuan. Sebut saja Bunga Jepun, dalam semasing ritus ritual upacara umat Hindu di Bali, mereka memakai Bunga Jepun. Tidak cuma upacara Ngaben, atau pemujaan pada dewa serta dewi, bunga ada demikian sakral sebagai fasilitas komunikasi di semasing peluang, bahkan juga dalam kehidupan setiap harinya.

Meskipun itu, apa sih arti bunga dalam ritus sakral saat umat Hindu kerjakan upacara pemujaan? Bunga jepun mempunyai dua faedah paling penting dalam agama Hindu, yaitu sebagai lambang Dewa Siwa serta sebagai fasilitas sembahyang semata. Sebagai lambang Dewa Siwa, bunga ditempatkan tersembul pada ujung ke-2 telapak tangan yang dicakupkan waktu menyembah. Sesudah usai menyembah, bunga umumnya ditajukan diatas kepala (rambut) atau diselipkan di telinga. Sebagai fasilitas sembahyang, bunga digunakan untuk isi upacara atau sesajen yang bakal dipersembahkan pada Tuhan atau roh suci leluhur.

Bunga jepun dipakai untuk tunjukkan kesucian hati waktu memuja Sang Hyang Widi Wasa dan cahaya suci-Nya, beberapa leluhur serta beberapa Rsi (guru dalam segi spiritual). Terkecuali bunga jepun, ada bunga lain yang dapat dipakai untuk upacara menukar bunga jepun, yang paling penting bunga-bunga di ambil itu mewakili beberapa warna di bawah ini :

  • Bunga berwarna putih, sebagai lambang memuja Hyang Widhi dengan sebutan Iswara, mempunyai kemampuan seperti Badjra, pancarkan cahaya berwarna putih (netral).
  • Bunga berwarna merah, sebagai lambang untuk memuja Hyang Widhi dengan sebutan Brahma, mempunyai kemampuan seperti gada yang pancarkan cahaya warna merah.
  • Bunga berwarna hitam, sebagai lambang untuk memuja Hyang Widhi dengan sebutan Wisnu, yang mempunyai senjata cakra serta pancarkan cahaya berwarna hitam.
  • Bunga berwarna kuning, sebagai lambang untuk memuja Hyang Widhi dengan sebutan Mahadewa atau Dewa Siwa yang mempunyai kemampuan nagapasa, yang pancarkan cahaya berwarna kuning.

Berdasar pada filosofi Hindu, pohon jepun di Bali berbunga pada sasih kapat (bln. purnama keempat) yang disebut bln. baik. Bunga itu juga diduga sebagai “sari alam”, jadi bunga jepun bisa di ambil rangkuman sebgai sari alam yang membawa pencerahan serta sari-sari kebaikan.

Bunga jepun serta sebagian orang Bali tak terpisahkan. Jika Anda berwisata ke Bali serta saksikan di beberapa pojok kota tumbuh pohon Jepun terlebih di Pura, Anda tidak butuh heran. Silakan saja menginjakkan kaki di Pura Ulun Danu, Pura Gelgel, Pura Tanah Lot, serta Pura Besakih, untuk saksikan sekian tumbuhan bunga jepun sekian dirawat.

Manfaat Dari Segi Kesehatan 

Dalam perspektif Ayurweda Bunga Jepun memiliki manfaat dalam pengobatan. Akar pohon Jepun dapat dimanfaatkan sebagai obat penghancur kencing batu. Caranya, rebus akar pohon jepun, selanjutnya air rebusan akar langsung diminum.

Getah pohon Jepun juga dapat dimanfaatkan sebagai obat menghilangkan tai lalat dan menyembuhkan luka. Cara yang dilakukan adalah dengan meneteskan dan mengoleskan getah Jepun pada luka atau tahi lalat. Sedangkan bunga dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh bisul. Cara yang dilakukan adalah dengan  menggabungkan dan mengulek daun dan bunga Jepun. Selanjutnya diletakan pada bisul. Bunga Jepun juga dapat dimanfaatkan sebagai campuran pembuatan obat pencegah kanker dan aroma terapi.

Selain itu, bunga dan daun Jepun dapat dimanfaatkan untuk mengobati gatal-gatal pada kulit. Daun dan bunga Jepun diulek untuk selanjutnya dioleskan pada bagian yang gatal. Banyak juga yang memanfaatkan batang Jepun untuk menyembuhkan telapak kaki yang luka maupun pecah-pecah. Khusus untuk masalah ini, batang Jepun dibakar hingga mengeluarkan air pada ujungnya, selanjutnya diteteskan pada luka atau kaki yang pecah-pecah.

Leave a Comment