• 0821 4595 6878

28 Agu

SETIAP aktivitas di Bali, selalu melihat hari baik dan buruk (ala ayuning dewasa) sesuai dengan kalender Bali. Menurut tradisi di Bali, pemilihan hari baik dan buruk itu berdasarkan pada perhitungan wariga dan dewasa. Perhitungannya lumayan rumit, sehingga jarang masyarakat Bali yang hafal cara menggunakan wariga dan dewasa tersebut.

Tapi untunglah, dengan kelihaian seseorang dalam perhitungan wariga dan dewasa beliau menyusun kalender wariga yang dimodifikasi kalender internasional (Gregorian Calendar) yang kemudian dikenal dengan kalender Bali. Beliau adalah (alm.) Bambang Gde Rawi, kelahiran Desa Cemengon. Kalender inilah yang banyak dipakai oleh warga Bali, khususnya umat Hindu (Bali) untuk memilih hari baik dan kapan hari buruk saat melakukan sesuatu.

Kalender Bali umumnya terdiri atas beberapa bagian penting yaitu:

1). Bagian kepala: mendantumkan nama Bulan dan Tahun (seperti hal-nya kalender internasional)

2). Badan kalender: berisi angka tanggal (sama seperti kalender internasional) dan beberapa tanda, diantaranya: Titik merah artinya Bulan Purnama, Titik Hitam artinya Bulan Tilem/ Mati lingkaran merah artinya hari raya besar agama Hindu (Bali) dan tanggal merah untuk hari libur nasional.

3). Bagian lengan kanan: berisi daftar istilah wariga berdasarkan tanggal, dengan keterangan hari hari baik melakukan kegiatan/ usaha/ yadnya (upacara).

4). Bagian lengan kiri: berisi nama nama hari.

5). Bagian kaki: berisikan daftar hari raya agama, daftar Odalan/ upacara di purapura besar di Bali serta beberapa hari baik lainnya.

Kini, dengan memanfaatkan kalender Bali tersebut, orang Bali tidak akan susah untuk menentukan hari baik berdasarkan wariga dan dewasa ayu. Berikut adalah sedikit sampel untuk memilih hari baik ala nak bali.

Pedewasan Sehari – hari

Pedewasan Sehari – hari hanya berdasarkan perhitungan:

1). Pawukon (Ingkel, Rangda Tiga, Tanpa Guru, Was Penganten, dll).

2). Tri wara (Pasah untuk memisahkan, Beteng untuk mempertemukan, Kajeng untuk wasiat).

3. Sapta wara (Soma/senin, Budha/rabu dan Sukra/jumat, yang lainya memilih Hari Baik di Bali termasuk kurang baik).

4). Sanga wara (yang terbaik adalah Tulus dan Dadi).

5). Dauh Inti, berlaku pada waktu/jam tertentu saja, dari jam sekian sampai dengan sekian saja.

Perhitungan Wariga

Ingkel (pantangan) mulai dari Redite/ Minggu dan berakhir pada Saniscara/Sabtu (7 hari). Bilangan wuku dibagi 6, sisa:

1 = Wong / yang berhubungan dengan Manusia.

2 = Sato / yang berhubungan dengan Hewan.

3 = Mina / yang berhubungan dengan Ikan.

4 = Manuk / yang berhubungan dengan Burung/Unggas.

5 = Taru / yang berhubungan dengan Tumbuhan Berkayu.

6 = Buku / yang berhubungan dengan Tumbuhan Berbuku.

Demikian seterusnya, seperti tertera dalam kalender Bali yang banyak dijual di toko toko buku atau di pasar. Penulis kalender pun sekarang sudah banyak. Mereka adalah orang yang menguasai pedewasan dan wariga. Sedangkan jenis kalender tidak hanya kalender gantung, tetapi ada juga kalender duduk, dan sebagainya.

Leave a Comment