• 0821 4595 6878

24 Agu

Bali memiliki budaya spiritual yang kental, utamanya beraroma Hindu. Di Museum Yadnya Mengwi, para wisatawan dapat secara langsung menyaksikan keberadaan koleksi yang berkaitan erat dengan budaya spiritual masyarakat Bali. Di tempat ini, koleksi yang tersimpan merupakan barang-barang dan perangkat yang berkaitan erat dengan upacara Panca Yadnya.

Panca Yadnya dikenal sebagai bentuk persembahan suci yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Dalam persembahan suci tersebut, mereka melibatkan lima dimensi spiritual, yakni, Pitra Yadnya atau pemujaan arwah leluhur, Manusa Yadnya atau ritual penyempurnaan manusia, Resi Yadnya atau pemujaan orang-orang suci, serta yang terakhir adalah Bhuta Yadnya atau persembahan bagi sarwa bhuta.

Penyimpanan koleksi perangkat yang dipakai untuk ritual panca yadnya di museum ini telah dilakukan sejak tahun 1974. Pada awalnya, museum ini memiliki nama Museum Manusa Yadnya. Namun, pemerintah setempat kemudian menambah jumlah koleksi serta melakukan rehabilitasi total. Setelah itu, namanya diubah menjadi Museum Yadnya Mengwi.

Terdapat 2 lokasi di museum yang dipakai untuk memamerkan koleksi. Dua area tersebut adalah di bagian selatan dan tengah. Di bagian selatan yang merupakan bagian depan bangunan, terdapat koleksi berupa ogoh-ogoh raksasa yang dipakai sebagai bagian dari ritual bhuta yadnya. Selain itu, di sini juga terdapat panggung amphitheater.

Sementara itu di bagian tengah, menjadi tempat untuk memamerkan koleksi untuk perangkat ritual manusa yadnya. Ritual manusa yadnya dilakukan berkaitan erat dengan bagian penyempurnaan kebaikan yang ada dalam diri manusia. Ada rangkaian yang harus dilalui dalam setiap perjalanan hidup manusia, mulai dari kehamilan, kelahiran, pubertas, menjelang masa dewasa, sampai kematian.

Salah satu ritual manusa yadnya yang kerap dilakukan oleh masyarakat Bali adalah otonan atau upacara kelahiran. Upacara ini dilaksanakan pada rentang 210 hari setelah kelahiran bayi. Selain itu, ada pula ritual ngaraja sewala yang dilakukan ketika seseorang menginjak akil balig. Upacara mapandes yang dilakukan dengan mengasah gigi menjadi momen untuk pembersihan diri dari hawa nafsu.

Tidak ketinggalan, ada pula ritual berupa pernikahan yang menjadi salah satu bentuk kedewasaan seseorang. Terakhir, perjalanan hidup manusia akan ditutup dengan ritual upacara kematian. Di Bali, upacara kematian bisa dilakukan dengan menggunakan upacara ngaben atau bisa pula melalui penguburan.

Museum ini berloksi di Jalan Ayodya yang berada di Dewa Mengwi, Kabupaten Badung. Kalau ingin menuju ke tempat wisata edukatif ini, Anda bisa berangkat dari Denpasar dan menempuh perjalanan sekitar 18 km. Tak jauh dari museum ini, Anda juga bisa menyaksikan Kompleks Pura Mengwi Taman yang tak kalah menarik.

 

Leave a Comment