• 0821 4595 6878

15 Mei

Potensi ekonomi yang ada di Bali demikian besar. Tidak hanya di industri pariwisata, kegiatan spiritual di Bali pun secara langsung memunculkan peluang usaha menjanjikan. Salah satunya peluang usaha di bidang pengadaan sarana dan pra sarana persembahyangan. Sayangnya belum banyak orang Bali yang melirik potensi yang ada. Salah satu dari segelintir orang tersebut adalah Made Dwija Nurjaya yang menyulap rempah-rempah menjadi dupa wangi dan aman bagi para konsumennya.

Kebutuhan masyarakat Bali terhadap sarana persembahyangan dupa tidak pernah surut seiring dengan berjalannya kehidupan spiritual yang ada di Pulau Dewata. Dalam sehari, 15-20 biji dupa dibakar di tiap-tiap rumah tangga. Demikian besarnya kebutuhan terhadap dupa, sayangnya ketersediaannya bergantung dari luar Bali. Diperkirakan ada sekitar 10 ton dupa yang masuk ke Bali setiap harinya.

Dupa Herbal

Melihat peluang tersebut, Made Dwija membidik bisnis ini dengan membuat diferensiasi produk dupa herbal. Bisnis yang didirikan sejak 2003 ini mengandalkan bahan-bahan baku dengan kualitas terbaik. Pria lulusan Universitas Udayana jurusan ekonomi ini mengaku tak kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku lantaran rempah-rempah yang digunakan berasal dari Indonesia. Seperti misalnya dari bunga kenanga, kayu manis dan buah pala.

“Jadi tidak ada bahan yang diimpor,” lugasnya.

Banyaknya pesaing penyuplai dupa dari Bali yang masih menguasai pasar tidak serta merta membuat Made Dwija gentar. Ia percaya diri sebab dupa yang diproduksinya memiliki karakteristik tersendiri. Pria asal Karangasem ini mengatakakan bahwa produknya ini memiliki keunggulan yakni aman ketika terhidup penggunanya. Dupa buatan Dwija  seperti galang kangin, dupa sandi kala, dupa mini hotri dan dupa jombo terbukti tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Berbeda dengan kebanyakan dupa yang tersedia di pasaran dengan harga murah sebab mengandung potasium dan soda api.

Bahan baku alami membuat dupa yang diproduksinya di bawah bendera usaha “Dupa Ayurveda” ini  juga cocok untuk aroma terapi. Aroma dupa yang wangi menimbulkan sensasi relaksasi bagi penggunanya. Sehingga tidak hanya sebagai sarana sembahyang, dupa ini juga dapat membantu konsentrasi pada saat melaksanakan kegiatan spiritual.

Berdayakan Masyarakat

Konsisten dengan bahan baku alami yang bisa dikatakan tidak murah, Made Dwija mengaku di awal usahanya sempat merugi. Pria kelahiran 24 Agustus 1965 ini dulu masih belum menemukan komposisi yang tepat supaya bisa untung. Seringkali dengan harga dupa yang dijual ternyata tidak menutupi biaya produksi. Namun berkat sikap pantang menyerah yang dimilikinya akhirnya membuat Made Dwija menemukan komposisi yang tepat sehingga menemukan kombinasi yang tepat untuk mencapai profit.

Saat ini, dupa Ayur menjadi dupa andalan yang di jual hampir di seluruh daerah di Bali. Bahkan, sering kali ia juga mengekspor dupa ke Malaysia hingga Vietnam. Tak heran, Dwijaya mampu meraup omzet hingga Rp 200 juta dalam sebulan. Namun, bila sedang ada acara-acara khusus seperti perayaan upacara keagamaan, omzet jualannya bisa meningkat hingga Rp 250 juta per bulan.

Kesuksesan bisnis dupa herbal ini tidak diikmatinya seorang diri. Sejak awal Made Dwija memiliki misi tersendiri yaitu ikut serta memajukan perekonomian masyarakat. Minimal dimulai dari lingkungan tempat tinggalnya. Terbukti dari usaha yang dirintisnya saat ini telah menyerap tenaga kerja di sekitar rumahnya, terutama dari kalangan perempuan. Ada alasan khusus mengapa SDM yang terserap didominasi para perempuan sebab mereka dinilai lebih teliti dan rapi dalam bekerja.

Menurut Made Dwija yang saat ini maju dalam Pileg 2019 mendatang, dengan ikut memberdayakan masyarakat dalam kegiatan ekonomi maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Pun secara langsung mempengaruhi kehidupan sosial seperti menurunnya angka kriminalitas dan menurunkan kesenjangan sosial di masyarakat. Keseimbangan antara kehidupan ekonomi dan sosial ini nantinya diharapkan menuntun masyarakat lebih dekat dengan kehidupan spiritual.

Caleg DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar 3 Nomor Urut 4 ini mulai berjuang lewat wahana politik dengan mengemban harapan masyarakat untuk bisa memajukan kesejahteraan masyarakat dalam cakupan wilayah yang lebih luas lagi. Pengalamannya dalam mengikutsertakan peran masyarakat dalam memajukan UMKM di Bali diharapkan dapat diduplikasikan lagi melalui regulasi di bawah payung Undang-undang apabila nantinya ia dipercaya mewakili masyarakat Denpasar di Legislatif.

Leave a Comment