• +62 81999600007

19 Sep

Hindu.web.id – Ajaran Yoga dewasa ini sangat populer di berbagai kalangan. Yoga yang sebelumnya populer untuk kalangan umat Hindu saja, sekarang sudah merambah lintas agama dan kepercayaan. Ajaran ini pertama kali dibangun oleh Maharesi Patanjali. Yoga merupakan anugrah yang luar biasa dari Maharsi Patanjali kepada siapa saja yang ingin merasakan kehidupan rohani. Bila kitab weda merupakan pengetahuan suci yang sifatnya teoritis, maka yoga merupakan ilmu yang sifatnya praktis dari ajaran Weda. Ajaran ini merupakan bantuan bagi mereka yang ingin meningkatkan diri dalam bidang rohani.
      Tulisan pertama tentang ajaran yoga adalah kitab Yoga Sutra karya Maharsi Patanjali. Walaupun unsur – unsur ajarannya sudah ada jauh sebelum itu, ajaran yoga sebenarnya sudah terdapat di dalam kitab Sruti maupun Smrti, demikian pula dalam itihasa dan purana. Setelah buku – buku Yoga Sutra munculah kitab – kitab Bhasya yang merupakan komentar terhadap karya Patanjali, diantaranya Bhasya Nitti oleh Bhojaraja dan lain – lain. Komentar – komentar ini menguraikan ajaran yoga karya Patanjali yang berbentuk Sutra berupa kalimat pendek dan padat.
     Kata Yoga sendiri berasal dari urat kata  Yuj yang artinya berhubungan (ingat kata yoke atau uga dan lain – lain). Kata Yoga berarti hubungan atau berhubungan, dimana maksudnya adalah bertemunya roh individu (atma / purusa) dengan roh universal yang tidak berpribbadi (Mahapurusa/ paramaatman). Maharsi Patanjali mengartikan Yoga sebagai Cittawrttinirodha atau perhentian geraknya pikiran.
     Seluruh kitab Yoga Sutra karya Patanjali terbagi atas 4 bagian yang terdiri dari 194 Sutra. Bagian pertama disebut Samadhipada isinya tentang ajaran yoga, yakni sifat, tujuan dan bentuk ajaran yoga. Diterangkan pula perubahan – perubahan pikiran dan cara pelaksanaan yoga. Bagian kedua disebut Sadhanapadha isinya tentang cara pelaksanaan yoga seperti cara mencapai samadhi, tentang kedukaan, karmaphala, dan sebagainya. Bagian ketiga disebut wibhutipada, isinya segi batiniah ajaran yoga dan tentang kekuatan gaib yang diperoleh dalam melaksanakan yoga. Bagian keempat disebut Kaiwalyapada, melukiskan tentang alam kelepasan dan kenyaataan roh yang mengatasi alam duniawi.
    Seringkali filsafat yoga disebut bersama – sama dengan filsafat samkya, karena memang filsafat yoga erat dengan samkya. Yang terpenting adalah pelaksanaan ajaran yoga sebagai jalan memperoleh Wiwekajnana yaitu pengetahuan untuk membedakan antara yang salah dan yang benar sebagai kondisi untuk mencapai kelepasan.

Leave a Comment