• +62 81999600007

08 Sep

Anggota Komisi X DPR RI, I Wayan Koster, menyatakan ada kerisauan mengenai penggunaan bahasa Ibu belakangan ini.

Bahasa Ibu (Daerah) seakan-akan ditinggalkan oleh generasi muda saat ini.

Itu digantikan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dirinya pun yang bertugas di Komisi yang membidangi masalah Pendidikan ini terun mendorong agar muatan Lokal bisa diakomodir melalui kurikulum Nasional.

“Ada kerisauan karena bahasa daerah ditinggalkan. Karena itu, kami ‎mendorong melalui kurikulum Nasional bisa untuk diakomodir muatan lokal. Itu akan dilakukan untuk PAUD dan TK,” ucapnya,

Koster ‎mengakui jika di setiap daerah di Indonesia tidak bisa diseragamkan.

Karena itulah, bahasa ibu menjadi sebuah upaya memelihara bahasa.

Sehingga, bahasa Inggris dan bahasa Nasional tidak lagi menjadi satu ancaman terhadap bahasa ibu itu sendiri.

Selain itu untuk di Bali khususnya bahasa Ibu menurut KBS mampu menjadi penguat karakter dan jatidiri Hindu.

“Itu juga menjadi satu ‎bagian kebudayaan.‎ Dan nantinya menciptakan, satu regulasi yang berpihak ke bahasa daerah, dan tentu untuk di Bali mampu menjadi penguat karakter dan jatidiri masyarakt Hindu” jelasnya.

Dalam regulasinya, cara ini tidak akan mengubah UU yang mewajibkan bahasa Indonesia.

Melainkan demi menumbuhkan sikap anak-anak agar bisa menguasai bahasa ibu.

Apalagi, anak saat ini didorong supaya bisa menguasai bahasa Inggris.

“Untuk Bali sendiri, akan melakukan percontohan pada Paud/TK berbasis Hindu, yang akan ditempatkan di desa adat. Di semua desa adat,” tukasnya. (*)

Leave a Comment