• +62 81999600007

04 Sep

Dalam proses pembangunan, pembinaan, dan pengembangan agama Hindu menjadi salah satu pendorong perubahan dalam konteks bernegara khususnya di Indonesia perlu penguatan dalam berbagai lini khususnya pergerakan generasi muda Hindu yang perannya harus mampu mengakomodir kepentingan umat. Kuncinya `memanusiakan manusia` yaitu dengan pendidikan Hindu berbasis penguatan karakter kebangsaan diharapkan lahir generasi unggul dan cinta tanah air. Kajian terhadap ilmu agama Hindu yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dilakukan oleh lembaga agama Hindu dalam berbagai perspektif melalui institusi akademik.

 

 

Di Indonesia sendiri agama diakui memiliki peran transformatif dalam proses sosial, kultural, ekonomi, dan politik hingga mampu mempengaruhi kebijakan Negara dalam hal tertentu. Oleh karena itu peran agama memang diakui berpengaruh sangat besar dalam arus perubahan. Dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia pun banyak organisasi bernafaskan agama bahkan partai politik pun menanam dasar agama sebagai fondasi pendiriannya untuk meraih suara konstituen dengan memanfaatkan tingginya sentimen agama sehingga mudah meraih dukungan yang juga berpengaruh terhadap kepentingan bernegara.

 

 

Hindu sebagai salah satu agama resmi yang diakui pemerintah Indonesia menurut politisi Dr. Ir. Wayan Koster, MM atau yang kini lebih akrab disapa KBS (Koster Bali Satu) terus mendorong untuk meningkatkan eksistensi umat Hindu khususnya generasi Muda berperan dan berkontribusi dalam pembangunan negara melalui pendidikan. Apalagi saat ini ia duduk selaku anggota Dewan dari Komisi X DPR RI membidangi Pendidikan yang sudah tentu akan terus memperjuangankan dan

 

 

Menurut politisi yang dicalonkan sebagai Gubernur Bali 2018 dari PDI Perjuangan ini dalam sejarahnya di Indonesia peran Hindu sebagai agama tertua telah ikut menggoreskan rekam jejak dalam berbagai aspek berdirinya bangsa dan negara Indonesia. Namun di masa generasi milenial saat ini perannya dirasa kurang memberi dorongan yang bersifat partisipatif kepada pemerintah. Salah satu kelemahan yang dipotretnya selama ini adalah kurangnya kesadaran kolektif generasi muda Hindu yang menyangkut komitmen, dedikasi dan loyalitas dalam memajukan umat Hindu secara terorganisir yang tentu berpengaruh terhadap bargaining position umat Hindu di Indonesia untuk berbicara pada persoalan-persoalan kemanusiaan, lingkungan, pendidikan, religiusitas dan spiritualitas, baik di tingkat nasional maupun dunia.

 

 

Dewasa ini, dalam pandangan KBS kehidupan masyarakat Hindu di Tanah Air dihadapkan dalam berbagai persoalan sangat kompleks, utamanya terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan generasi muda terkait nasionalisme dan kebangsaan. “Anak-anak mulai dibawa pada pergaulan global yang mana tidak ada jarak antara satu daerah atau negara dengan yang lain. Semua seperti sangat dekat sehingga pertukaran budaya pun begitu cepat terjadi. Peran penguatan karakter kebangsaan inilah yang perlu di Bangun agar Negara tetap utuh dalam payung NKRI dan Pancasila.
 

Menurutnya setiap bangsa manapun, generasi mudanya akan selalu mengambil peran dan tanggungjawab sebagai sebagai tulang punggung (back bone) dalam perjalanan sejarah dan kehidupan bangsanya. Demikian juga halnya dengan generasi muda Hindu Bali.

 

Mengenai betapa pentingnya peran generasi muda ini, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno pernah mengatakan dalam pidatonya “ Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakan Gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia”.  Ungkapan ini menunjukkan bahwa di mata Bung Karno generasi muda memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena dapat menentukan masa depan suatu bangsa / negara bahkan dunia. Generasi muda yang diharapkan tentunya adalah generasi muda yang cerdas, berbudi pekerti luhur, berakhlak dan berkarakter positif serta memiliki rasa cinta dan semangat pengabdian yang besar kepada tanah airnya.

 

Generasi muda Hindu sebagai bagian dari generasi muda Indonesia secara keseluruhan tentunya juga sangat diharapkan memiliki akhlak dan karakter yang positif, berbudi pekerti luhur serta memiliki rasa cinta dan semangat pengabdian yang besar kepada tanah airnya sehingga dapat menjadi tulang punggung bagi bangsa dan negara.

 

Pemuda Hindu harus mampu menjadi garda terdepan dalam harapan bangsa ini. Ia harus menjadi agent of change yang membawa nilai-nilai positif yang tulus dan independent dalam bersikap. Karena pemuda relatif tidak memiliki motif pribadi dalam kekuasaan, jika dibandingkan dengan kelompok usia diatasnya

 

Untuk mendapatkan generasi muda Hindu yang berakhlak luhur dan berkarakter serta memiliki cinta kepada tanah airnya salah satu solusinya pengembangan lembaga pendidikan formal maupun non formal seperti pasraman.
Pasraman ini dapat berfungsi sebagai wadah untuk melahirkan generasi muda Hindu yang memiliki kualitas seperti yang diharapkan tersebut. Sebuah pepatah mengatakan bahwa, “ Jika untuk merencanakan setahun, maka tebarlah benih dan untuk merencanakan sepuluh tahun, maka tanamlah pohon; tetapi jika merencanakan untuk seratus tahun maka didiklah manusia”.  Pesan  yang ingin disampaikan oleh pepatah ini adalah bahwa pendidikan terhadap generasi muda adalah investasi jangka panjang yang bernilai strategis. Dengan demikian pendidikan yang dimulai dari usia dini akan lebih bermanfaat dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, berkepribadian dan cinta tanah air seperti harapan presiden pertama RI.
 

Nilai-Nilai dalam Hindu

 

Selanjutnya menurut KBS mengenai nilai-nilai agama Hindu yang dapat dijadikan sebagai tuntunan hidup dan kehidupan dalam masyarakat pada khususnya, dapat mencakup berbagai nilai. Adapun nilai-nilai agama Hindu yang dimaksudkan, seperti: nilai sosial, nilai pendidikan, nilai filosofi, nilai ritual, nilai etika, nilai ekonomi, nilai politik, nilai seni, nilai budaya, dan sebagainya. Masih banyak lagi nilai-nilai agama Hindu yang dapat memberikan kontibusi kemanusiaan dan sosial.

 

Sebagai pimpinan partai di Bali, Koster berjanji, akan menginstruksikan kepala daerah dari PDIP untuk melibatkan secara aktif organisasi-organisasi Hindu. Mulai dari Parisada, Prajaniti, Peradah, Wanita Hindu Dharma Indonesia, hingga KMHDI, diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mengambil kebijakan  dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Comment