• +62 81999600007

04 Sep

Tiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK Hindu di Kabupaten Gianyar, Sabtu (8/7) diluncurkan anggota Komisi X DPR RI, Dr Ir Wayan Koster MM. PAUD/TK Hindu merupakan implementasi dari pelaksanaan program Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPNSB), khususnya dalam bidang prioritas adat, budaya serta pendidikan, yang dilaksanakan tujuh Kabupaten/Kota di Bali yang pimpinan daerahnya kader PDI Perjuangan.
Peresmian dipusatkan di PAUD Hindu Negeri Tunas Wangi di Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh, disaksikan Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata, Wabup Gianyar Made Mahayastra, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Ny Surya Adnyani Mahayastra, serta sejumlah anggota DPRD Gianyar. Selain PAUD Hindu Negeri Tunas Wangi, juga dilauncing PAUD Hindu Negeri Maha Widya (Sukawati) dan PAUD Hindu Negeri Widya Kumara (Payangan).

Bupati Gianyar, AA Gde Agung Bharata dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada anggota Wayan Koster atau yang lebih dikenal dengan KBS (Koster Bali Satu), karena telah memperjuangkan hingga PAUD/TK Hindu Negeri bisa terwujud, khususnya di Kabupaten Gianyar.

Bupati asal Puri Gianyar ini mengaku untuk TK Hindu Negeri satu-satunya di Bali ada di Gianyar. Di bagian lain, Wakil Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan untuk membangun karakter manusia bermoral dan berbudi pekerti dimulai sejak dini dengan pendidikan usia dini. “Dengan segala perjuangan, akhirnya Gianyar bisa membangun PAUD/TK Hindu Negeri,” ujar mantan anggota Komisi II DPRD Bali ini.

Sementara itu, KBS dalam arahannya mengungkapkan, selama ini agama Hindu sangat minim bahkan tidak memiliki lembaga pendidikan bernuansa Hindu, khususnya pada jenjang PAUD/TK. Jika dibandingkan dengan agama lain, yang sudah memiliki banyak lembaga pendidikan bernuansa agama mulai dari jenjang bawah hingga pendidikan tinggi.

Sehingga dirinya yang duduk di Komisi X DPR RI yang salah satu bidang tugasnya dalam bidang pendidikan, melakukan penelusuran ke Kementerian Pendidikan.

Bersama sejumlah tokoh, serta melalui Dirjen Bimas Hindu Budha saat itu, dirinya meperjuangkan agar Hindu memiliki PAUD/TK Negeri serta Perguruan Tinggi Negeri Hindu. “Dari penelusuran saya, konsep lembaga pendidikan Hindu sebenarnya sudah ada, tapi tidak diproses atau ditindaklanjuti,” ungkap KBS.

Lebih lanjut diungkapkannya, perjuangan mewujudkan lembaga pendidikan bernuansa Hindu dikuatkan dengan Peraturan Pemerintah No 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagaman, menjadi pintu masuk terwujudnya lembaga pendidikan bernuansa Hindu. KBS lantas berjuang ke Kementerian Agama hingga akhirnya diterbitkan Peraturan Menteri Agama RI No 56 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu sebagai pelaksanaan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Perjuangan mewujudkan PAUD/TK maupun lembaga pendidikan Hindu cukup lama dan panjang. Itu bukan semata-mata turun dari langit,” kata politisi asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini. KBS mendorong PAUD/TK Hindu yang sudah terwujud di Gianyar menjadi percontohan yang bisa dilaksanakan dengan baik, sehingga bisa dikembangkan di Bali, luar Bali dengan sasaran yang lebih besar. “Kedepannya, lembaga pendidikan bernuasa Hindu akan kembangkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah keagamaan Hindu, sebagai basis pendidikan tinggi keagamaan Hindu yang dimiliki saat ini yaitu Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) dan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) di Bali dan daerah lainnya,” ujar KBS. *nat

Leave a Comment