• +62 81999600007

03 Apr

Penjor merupakan salah satu sarana upakara dalam hari Raya Galungan. Penjor adalah simbol dari Naga Basuki, dimana Basuki berarti kesejahteraan dan kemakmuran. Penjor galungan bersifat religius, yang mempunyai fungsi tertentu dalam upacara keagamaan, dan wajib dibuat lengkap dengan kelengkapannya, membuat penjor untuk upacara memerlukan syarat tertentu, dan sesuai dengan Sastra Agama, agar tidak berkesan sebagai hiasan saja. Di dalam lontar Tutur Dewi Tapini juga telah disebutkan bahwa setiap unsur pada penjor melambangkan simbol-simbol suci, yaitu sebagai berikut :

  • Bambu (dan kue) disimbokan sebagai kekuatan Dewa Brahma
  • Kelapa sebagai simbol Dewa Rudra
  • Kain Kuning dan Janur sebagai simbol Dewa Mahadewa
  • Daun-daunan (plawa) sebagai simbol Dewa Sangkara.
  • Pala bungkah dan pala gantung sebagai simbol Dewa Wisnu.
  • Tebu sebagai simbol Dewa Sambu.
  • Padi sebagai simbol Dewi Sri
  • Kain putih sebagai simbol Dewa Iswara..
  • Sanggah sebagai simbol Dewa Siwa.
  • Upakara sebagai simbol Dewa Sadha Siwa dan Parama Siwa

Sudah banyak kreasi-kreasi dalam pembuatan penjor tersebut namun, hal yang harus kita perhatikan adalah tetap menggunakan unsur-unsur penting dalam pembuatan penjor itu, supaya nanti penjor bukan sekedar hiasan pada saat hari raya, tapi benar-benar memiliki jiwa atau esensi dari Hara Raya itu sendiri.

Leave a Comment